Syair Qais dan Laila

Kategori │Cinta

Apakah anda pernah mendengar kisah Qais dan Laila? Mungkin yang kita kenal pada umumnya hanya kisah cinta Romeo dan Juliet.

Namun, jauh sebelum kisah Romeo dan Juliet dikenal di masa kita. Dulu, kisah cinta Qais dan Laila juga sangat terkenal.

Qais dan Laila adalah kisah cinta yang lahir dari peradaban Islam.
syair cinta kepada Tuhan (doa)



Secara umum, kisah cinta Qais dan Laila adalah kisah cinta yang tidak bisa bersatu. Sama dengan kisah cinta Romeo dan Juliet yang juga tidak bisa bersatu.

Sebab cintanya yang dalam kepada Laila, Qais menjadi gila karenanya.

Jujur, sebenarnya saya belum membaca buku kisah cinta mereka. Saya hanya membaca beberapa ulasan dari tulisan-tulisan di internet karena penasaran dengan kisah mereka.

Kita ketahui bahwa umumnya disaat pria sedang jatuh cinta maka biasanya mereka akan menjadi orang yang puitis. Banyak penulis-penulis penyair di dunia ini yang saya ketahui memang kebanyakan pria. Sebut saja Kahlil Gibran yang terkenal itu.

Pun begitu dengan penulis-penulis cinta picisan yang banyak digandrungi anak muda. Hampir semuanya didominasi oleh pria.

Memang kelihatannya pria secara normal sangat lihai dalam memainkan kata-kata dalam urusan cinta dan romantisme. Sedang wanita adalah kelompok yang senang menikmati kata-kata romantis dalam hidup ini.

Wanita lebih dominan kepada perasaannya. Mereka bisa saja menjadi penulis hebat dalam dunia syair dan romantisme. Namun, nyatanya kebanyakan dari mereka menjadi penikmat kalimat-kalimat puitis yang penuh dengan muatan cinta, perasaan dan romantisme.

Pun begitu dengan kisah Qais. Secara sepintas, sebab cintanya yang begitu dalam kepada Laila membuat Qais sibuk dengan membuat bait-bait puisi dan syair yang indah bagi kekasih pujaan hatinya.

Syair Qais dan Laila
Bagaimana contoh syair Qais dan Laila ini? Berikut saya tuliskan untuk anda bisa baca.

Kerabat dan handai-taulan mencelaku
Karena aku telah dimabukkan oleh kecantikan Layla
Ayah, putera-putera paman dan bibi
Mencela dan menghardik diriku
Mereka tidak mampu membedakan cinta dengan hawa nafsu
Nafsu mengatakan pada mereka, keluarga kami berseteru
Mereka tidak tahu, dalam cinta tidak ada seteru atau sahabat
Cinta hanya mengenal kasih sayang

Kubertanya dalam kalbu, ada apakah gerangan?
Keluarga Layla tak akan menjual anak gadisnya
Berapapun harga yang ditawarkan
Dan keluargaku tak hendak membeli
Semoga Allah menakdirkan kebaikan bagi kami
Dengan kerinduan mendalam yang selalu aku simpan
Semoga kelak kami dipertemukan

Tidakkah mereka mengetahui?
Kini jiwaku telah terbagi
Satu belahan adalah diriku
Sedang yang lain telah kuisi untuknya
Tiada bersisa selain untuk kami

Wahai burung-burung merpati yang terbang di angkasa
Wahai negeri Irak yang damai
Tolonglah aku
Sembuhkanlah rasa gundah-gulana yang membuat kalbuku tersiksa
Dengarkanlah tangisanku, suara batinku
Duhai, mereka menyampaikan kabar buruk
Layla sakit karena guna-guna
Mereka tidak tahu, sesungguhnya akulah tabib yang ia perlukan
Akulah yang mampu mengobati penyakitnya

Waktu terus berlalu, usia semakin menua
Namun jiwaku yang telah terbakar rindu
Belum sembuh jua
Bahkan semakin parah
Bila kami ditakdirkan berjumpa
Akan kugandeng lengannya
Berjalan bertelanjang kaki menuju kesunyian
Sambil memanjatkan doa-doa pujian pada Allah
Ya Raab, telah Kaujadikan Layla
Angan-angan dan harapanku
Hiburlah diriku dengan cahaya matanya
Seperti Kau hiasi dia untukku
Atau, buatlah dia membenciku
Dan keluarganya dengki padaku
Sedang aku akan tetap mencintainya
Meski banyak nian aral melintang
Mereka mencela dan menghina diriku
Dan mengatakan aku hilang ingatan
Sedang Layla sering berdiam diri mengawasi bintang
Menanti kedatanganku
Aduhai, betapa mengherankan
Orang-orang mencela cinta
Dan menganggapnya sebagai penyakit
Yang meluluh-lantakkan dinding ketabahan
Aku berseru pada Singgasana Langit
Berilah kami kebahagiaan dalam cinta
Singkaplah tirai derita
Yang selalu membelenggu kalbu
Bagaimana mungkin aku tidak gila
Bila melihat gadis bermata indah
Yang wajahnya bak mentari pagi bersinar cerah
Menggapai balik bukit, memecah kegelapan malam
Keluargaku berkata
Mengapakah hatimu wahai Majnun?
Mengapa engkau mencintai gadis
Sedang engkau tidak melihat harapan untuk bersanding
dengannya?
Cinta, kasih dan sayang telah menyatu
Mengalir bersama aliran darah di tubuhku
Cinta bukanlah harapan atau ratapan
Walau tiada harapan, aku akan tetap mencintai Layla
Sungguh beruntung orang yang memiliki kekasih
Yang menjadi karib dalam suka maupun duka
Karena Allah akan menghilangkan
Dari kalbu rasa sedih, bingung dan cemas
Aku tak mampu melepas diri
Dari jeratan tali kasih asmara
Karena Surga menciptakan cinta untukku
Dan aku tidak mampu menolaknya
Sampaikan salamku kepada Layla, wahai angin malam
Katakan, aku akan tetap menunggu
Hingga ajal datang menjelang
*

Wah, cukup romantis dan indah ya syair-syair dalam kisah Qais dan Laila.

Demikian, yang bisa saya share pada kesempatan ini. Silahkan dibaca juga, Syair dan Kesusastraan Indonesia.




  • Ambil atau lepaskan - Kisah Melamar Wanita

    Kategori │Cinta

    "Cinta tak bisa dinanti-nanti, ambilah ia dengan keberanian atau lepaskan ia dengan penuh keridhaan." -Ali bin Abi Thalib

    Kisah Lamaran Pernikahan
    Rasanya pasti capek digantungin. Mencintai dalam kesendirian, dalam bisu dan angan. Menangis pilu, merengek pada Sang Ilahi. Wahai hati yang lara, janganlah kau simpan terlalu lama. Ia hanya akan mengakar penuh duri yang setiap diingat hanya akan mengalirkan bulir-bulir kenestapaan dan tenggelam dalam bayang-bayang lautan rindu. STOP! Cukup sampai disini! Sembuhkan ia dengan keberanian memilih: mengambilnya atau.... melepaskannya.
    melamar wanita



    Sebagaimana kisah Ali bin Abi Thalib yang melepas Fatimah dengan penuh keridhaan saat Abu Bakar datang melamar Fatimah. Wanita mana yang sanggup melewatkan sahabat Rasul yang begitu setia nan agung. Bahkan 10 sahabat rasul yang dijamin masuk surga banyak diantaranya berIslam karena Abu Bakar. Kecenderungan hati hanya Allah yang mampu memberikannya. Hingga akhirnya laki-laki sekaliber Abu Bakar DITOLAK.

    Tak berhenti sampai disana. Setelah penolakan terhadap Abu Bakar, Umar bin Khattab maju untuk melamar. Perempuan mana yang mampu menolak Umar yang ketika dirinya lewat, setan langsung bergidik takut sehingga memilih jalan lain. Seorang pemimpin yang berhasil menyebarkam Islam ke 1/3 dunia. Cuma Fatimah yang mampu. Mau yang ngelamar sehebat apapun kalau emang bukan jodoh ya udah.. selesai. Aqidah, men, aqidah! Jodoh itu tentang aqidah, yakin ga?

    Itulah kisah cinta Ali, yang pada akhirnya hanya lamarannya yang DITERIMA. Setelah perjalanan panjang mengikhlaskan dan meridhakannya.

    "Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku." (Umar Bin Khattab)



    Jika belum siap, ikhlaskanlah. Jangan kau rampok takdirNya lebih dulu dengan kesoktahuan diri bahwa ialah yang terbaik bagi sang jiwa. Hingga dosa mengalir disetiap genggamannya, disetiap pelukannya, disetiap memandanginya.

    Jika belum siap, ikhlaskanlah. Hingga Allah pertemukan kembali dalam ikatan suci nan syahdu. Jika tidak, berarti Allah siapkan yang lain yang mampu menyejukkan mata dengan melihatnya. Menenangkan hati dengan tutur katanya. Menghangatkan jiwa ketika bersamanya. Barakallahu fiikum [melamar wanita]




  • Menikah Sunnah Rasulullah Muhammad SAW

    Kategori │Cinta

    Menikah adalah bagian dari sunnah atau jalan hidup dari Rasul SAW. Menikah dalam Islam termasuk hak yang dianjurkan oleh Rasulullah karena Rasul SAW akan bangga di hari kiamat jika melihat ummatnya yang banyak.

    Terkait dengan pernikahan sebagai sunnah Rasulullah, bisa dibaca pada hadits berikut ini.
    "Pernikahan itu adalah sunnahku (jalanku), dan barangsiapa yang tidak menyukai jalanku maka bukan termasuk dari golonganku (H.R. Ibnu Majah).

    Dan terkait dengan kebanggaan Rasulullah SAW di yaumil akhir nanti dengan jumlah ummatnya bisa kita perhatikan pada hadits berikut ini.
    “Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat lainnya kelak pada hari qiamat.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, At Thabrany dan dishahihkan oleh Al Albani).

    Namun pernikahan dalam Islam harus dilandasi dengan takwa dan ibadah kepada Allah. Maka tujuan luhur pernikahan harus senantiasa dipegang teguh. Karena kalau mau diibaratkan, pernikahan itu bagai orang yang berlayar. Mengarungi lautan dan samudera lepas pasti akan melewati banyak rintangan.

    Khitbah Sebelum Menikah
    Salah satu hal yang dianjurkan dalam ajaran Islam sebelum melangsungkan pernikahan adalah dengan melakukan prosesi khitbah atau melamar, meminang wanita.

    Khitbah atau melamar adalah proses awal yang bisa dilewati sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Disini ada upaya saling mengenal satu sama lain. Namun berjalan masih dalam koridor Islam, sehingga ia tidak identik dengan tunangan dalam budaya Barat yang sering dipertontonkan.

    Dalam khitbah ini bisa dijalin saling mengenal satu sama lain atau biasa dikatakan ta'aruf. Namun persepsi atau pandangan ta'aruf ini juga jangan disamakan dengan pacaran Islami. Proses ta'aruf hanya dilakukan sekananya saja. Bahkan jika ingin mengenal sang calon istri bisa dilakukan dengan menanyakan kepribadian wanita tersebut kepada teman-temannya, atau keluarga dekatnya. Bukan dari si wanita langsung. Bahkan bisa juga dilihat dan diamati dari kesehariannya, dimana ia aktif dan apa aktivitasnya selama ini.

    Jika semua itu telah dilakukan, maka jika ada saling kecocokan satu sama lain. Maka boleh melangkah ke tahap selanjutnya yakni pernikahan.

    Setidaknya ada banyak hal yang akan diperoleh dari pernikahan, selain mendapatkan anak keturunan. Pernikahan juga bisa mendatangkan sakinah, mawaddah dan rahmah. Sebagaimana dalam tujuan pernikahan dalam Surah Ar Rum; 21.

    Baca juga: Wah Mandi Bersama Pasangan Meningkatkan Romantisme Keluarga

    Sehingga hidup membujang bagi pemuda padahal ia mampu untuk menikah maka merupakan hal yang dicerca. Jika seorang pemuda sudah mampu menikah, maka harus disegerakan karena kebaikan itu harus dilakukan dengan segera. Seperti di dalam Al Quran dikatakan bahwa kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan.





  • Wah Mandi Bersama Pasangan Meningkatkan Romantisme Keluarga

    Kategori │Cinta

    Wirawan - Wah, apa yang terpikir di kepala anda jika mandi bersama dengan lawan jenis? Pria dengan wanita atau sebaliknya. Pasti akan meningkatkan adrenalin anda sehingga jantung anda bisa berdegub lebih kencang. face01

    Mandi dengan pasangan ternyata bisa meningkatkan keintiman, keharmonisan dan keromantisan dalam rumah tangga. Dan tentunya membuat suasana mandi menjadi lebih menyenangkan dan tambah 'hot'.

    Namun, siapa sangka langkah sederhana ini bisa anda sesekali anda lakukan dengan pasangan anda. Pasangan disini maksudnya dengan suami dan istri ya. Bukan yang lain.

    Tanpa disadari langkah yang terbilang 'nekat' ini ternyata bisa membuat anda semakin dekat dengan pasangan. Disaat mandi bersama anda bisa saling memahami satu sama lain.

    Mandi bersama pasangan ini bisa dilakukan saat anda dalam keadaan jubub secara bersama-sama. Hal ini bukanlah perkara yang tidak ada syariatnya namun pernah dilakukan oleh Rasulullah bersama dengan istrinya.

    Selain mengikuti sunnah, mandi bersama pasangan juga memiliki faidah sebagaimana salah satunya kami kutip berikut ini.

    Antara suami istri boleh memandang satu dan lainnya, tidak ada batasan aurat antara keduanya. Hal ini berbeda dengan pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa aurat antara suami istri adalah kemaluan, sehingga tidak boleh suami atau istri memandang kemaluan pasangannya. Ini adalah pendapat lemah dan terbantah dengan hadits yang sedang kita kaji (rumaysho).

    Baca juga: Cinta yang Layu

    Saat mandi bersama pasangan, anda bisa juga mendapat keuntungan lain yakni bisa saling menyabuni satu sama lain. Terutama pada bagian tubuh yang anda atau pasangan anda sulit jangkau misalnya bagian belakang. Sehingga saat mandi anda lebih bersih daripada biasanya.

    Nah ini saja yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini. Semoga artikelnya bermanfaat bagi pembaca sekalian. Salam face184






  • CINTA YANG LAYU

    Kategori │Cinta

    Wirawan - Pernah ada sahabat setia yang curhat, begini isi curhatannya :
    ilustrasi cinta layu


    “Assalamu’alaikum kang.
    Kang, saya mau curhat, tapi malu, bingung juga harus memulainya dari mana, tapi saya gak tenang kalau semua ini harus terus saya pendam. Saya gak tau harus cerita ke siapa, bahkan setiap saya ke luar rumah, tatapan-tatapan sinis selalu mendarat, gosip-gosip miring tentang saya nusuk banget rasanya. Memang ini sepenuhnya salah saya, dan sekarang saya bingung dengan status saya yang sebenarnya. Di bilang janda, saya belum pernah menikah. Di bilang gadis, tapi kang.. maaf, kegadisan saya telah hilang, tepatnya di renggut mantan pacar saya. Tapi semua ini membaut saya sadar kang, kalau berhubungan dengan lawan jenis itu tidak baik, bahkan merugikan kaum perempuan. Saya dibuang gitu aja sama mantan pacar saya setelah dia sukses merenggut kesucian saya. Saya udah berulang kali minta pertanggung jawaban, tapi dia ngilang, gak tau kemana sampe sekarang. Sampai sekarang belum ada lelaki yang mendekati saya, kang. Pernah dulu ada lelaki yang mendekati bahkan niat untuk menikahi, namun setelah ia tau masa lalu saya, ia mundur gitu aja kang. Lantas, apa saya gak berhak untuk di cintai kang? Apa gak ada orang yang mau nerima saya apa adanya kang? apa saya harus akhiri hidup saya aja kang?. Mohon solusinya kang :’( “

    Sahabat, terlebih sahabat muslimah. Apa yang di rasakan sahabat saat membaca curhatan salah satu dari sekian banyak juta wanita yang bernasib sama? Saat nasib membawa diri dalam kenaasan, saat masa penantian harus berakhir kandas di tengah jalan, Saat kebanggaan hilang sebelum masanya datang.

    Sedihkah?
    Marahkah?
    Kesalkah?

    Baca juga: Berpikir Secara Jernih

    Yang jelas apa yang sudah terjadi tak bisa kembali. Namun, berdiam diri bukanlah solusi, bunuh diri juga bukan satu-satunya jalan terbaik. Selagi umur masih ada, kesempatan bertaubat masih terbuka, apa salahnya untuk mendekatkan diri pada-Nya?

    Untukmu yang sedang dilanda nestapa, yang saat ini tengah dalam putus asa, atau bahkan kehilangan jati diri hingga perjalanan hidup serasa mati rasa, jika dosa kita sebesar gunung yang paling tinggi, maka ampunan Allah lebih luas dari lautan samudera. Jika kesalahan kita sebanya bumi dan isinya, maka kasing sayang-Nya jauh lebih besar dari semesta raya.

    Karena setiap manusia tak luput dari dosa, dan sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bertaubat memohon ampunan saat berdosa.

    Setuju?

    Setia Furqon Kholid

    Tag :cinta