Hadits tentang Wanita dan Hubungannya dalam Mendidik Anak Laki-Laki

Kategori │keluarga

Wirawan - Okey, kali ini saya membuat tulisan yang masih ada kaitannya dengan tema keluarga Islami. Perlu diketahui sejak awal bahwa pembentukan keluarga yang Islami adalah salah satu aspek yang penting dalam pembentukan generasi yang cemerlang. Siapa pun yang mendambakan kecemerlangan generasi masa depan yang lebih baik, maka harus memperhatikan sejak dari awal bagaimana membina dan mendidik anak-anak dalam keluarga.
mendidik-anak-laki



Islam sebagai jalan hidup bagi ummat manusia juga memberikan landasan dan pedoman dalam mengatur dan membina keluarga.

Namun, pada tulisan ini saya akan membahas tentang hadits tentang wanita, yakni hadits kemuliaan wanita atau ibu dalam Islam. Sudah umum atau acapkali kita dengar bahwa di dalam Islam seorang ibu menempati posisi yang sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits berikut ini.

Ada seseorang datang menemui Nabi SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku selayaknya berbuat baik?’ Beliau menjawab, ‘Kepada ibumu !’ Orang tadi bertanya kembali, ‘Lalu kepada siapa lagi? Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.’ Kemudian ia mengulangi pertanyaannya, dan Rasulullah tetap menjawab, ‘Kepada ibumu!’ Ia bertanya kembali, ‘Setelah itu kepada siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Kepada bapakmu!'” (Bukhari: 5971, Muslim: 2548).

Dalam hadits di atas, seorang sahabat meminta nasihat kepada Rasulullah SAW dan Rasul SAW memberikan nasihat agar berbuat baik kepada orang tuanya terutama kepada ibunya. Penghormatan dan perlakuan baik kepada ibu bahkan sampai diucapkan sebanyak tiga kali.

Hadits di atas bukan semata berlaku kepada sahabat yang meminta wasiat atau nasihat kepada Rasul SAW. Namun juga berlaku kepada seluruh ummat Rasul SAW sampai akhir zaman.

Peran ibu dalam rumah tangga memang tidak bisa dipungkiri sangat luar biasa. Seorang ibulah yang mengandung dan melahirkan anak-anaknya. Setelah dilahirkan pun tugas seorang ibu belum usai, ia harus menyusui anaknya selama 2 tahun. Setelah mendidik dan mengajar anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Maka pantaslah disebutkan bahwa pilar dalam bernegara adalah perempuan melihat betapa perempuan atau ibu memainkan peranan yang sangat penting dan vital dalam masa-masa awal pembentukan keluarga yang berarti juga merupakan fase awal dalam pembentukan generasi ummat manusia.

Tugas pendidikan dan penanaman moralitas juga tidak lepas dari peran ibu. Mendidik anak laki-laki dan perempuan harus dibedakan oleh orang tua. Ini karena adanya perbedaan psikologis antara anak laki-laki dan perempuan dan lebih lanjut di masa yang akan datang, peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan juga berbeda sehingga sejak dari awal dibutuhkan pemisahan cara mendidik.

Mendidik Anak Laki-Laki
Anak laki-laki pada umumnya secara psikologis lebih dekat dengan ibunya dibandingkan dengan ayahnya. Jika seorang anak mempelajari keteladanan dan kepemimpinan pada ayahnya, maka ia akan belajar tentang kasih sayang pada didikan tangan ibunya.

Ada hubungan yang erat bahwa anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya ketimbang ayahnya. Ini tidak lain karena secara psikologis seorang laki-laki membutuhkan kasih sayang lebih, sehingga sosok itu hanya ia bisa dapat di dalam keluarga melalui tangan ibunya.

Hal ini akan sangat bermanfaat saat ia beranjak dewasa dan membina keluarga yang baru karena ia bisa memahami dengan jelas tentang bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik dalam pergaulan dan bagaimana ia seharusnya bersikap baik kepada istrinya kelak.

Demikianlah pembahasan singkat kami, anda bisa juga membaca artikel lain dari kami yang berjudul "Rasa Was-Was Keluarga Baru". Semoga apa yang kami sajikan dapat bermanfaat sedikit atau banyak kepada pembaca sekalian. Salam.