Menikah Sunnah Rasulullah Muhammad SAW

Kategori │keluargaCinta

Menikah adalah bagian dari sunnah atau jalan hidup dari Rasul SAW. Menikah dalam Islam termasuk hak yang dianjurkan oleh Rasulullah karena Rasul SAW akan bangga di hari kiamat jika melihat ummatnya yang banyak.

Terkait dengan pernikahan sebagai sunnah Rasulullah, bisa dibaca pada hadits berikut ini.
"Pernikahan itu adalah sunnahku (jalanku), dan barangsiapa yang tidak menyukai jalanku maka bukan termasuk dari golonganku (H.R. Ibnu Majah).

Dan terkait dengan kebanggaan Rasulullah SAW di yaumil akhir nanti dengan jumlah ummatnya bisa kita perhatikan pada hadits berikut ini.
“Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat lainnya kelak pada hari qiamat.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, At Thabrany dan dishahihkan oleh Al Albani).

Namun pernikahan dalam Islam harus dilandasi dengan takwa dan ibadah kepada Allah. Maka tujuan luhur pernikahan harus senantiasa dipegang teguh. Karena kalau mau diibaratkan, pernikahan itu bagai orang yang berlayar. Mengarungi lautan dan samudera lepas pasti akan melewati banyak rintangan.

Khitbah Sebelum Menikah
Salah satu hal yang dianjurkan dalam ajaran Islam sebelum melangsungkan pernikahan adalah dengan melakukan prosesi khitbah atau melamar, meminang wanita.

Khitbah atau melamar adalah proses awal yang bisa dilewati sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Disini ada upaya saling mengenal satu sama lain. Namun berjalan masih dalam koridor Islam, sehingga ia tidak identik dengan tunangan dalam budaya Barat yang sering dipertontonkan.

Dalam khitbah ini bisa dijalin saling mengenal satu sama lain atau biasa dikatakan ta'aruf. Namun persepsi atau pandangan ta'aruf ini juga jangan disamakan dengan pacaran Islami. Proses ta'aruf hanya dilakukan sekananya saja. Bahkan jika ingin mengenal sang calon istri bisa dilakukan dengan menanyakan kepribadian wanita tersebut kepada teman-temannya, atau keluarga dekatnya. Bukan dari si wanita langsung. Bahkan bisa juga dilihat dan diamati dari kesehariannya, dimana ia aktif dan apa aktivitasnya selama ini.

Jika semua itu telah dilakukan, maka jika ada saling kecocokan satu sama lain. Maka boleh melangkah ke tahap selanjutnya yakni pernikahan.

Setidaknya ada banyak hal yang akan diperoleh dari pernikahan, selain mendapatkan anak keturunan. Pernikahan juga bisa mendatangkan sakinah, mawaddah dan rahmah. Sebagaimana dalam tujuan pernikahan dalam Surah Ar Rum; 21.

Baca juga: Wah Mandi Bersama Pasangan Meningkatkan Romantisme Keluarga

Sehingga hidup membujang bagi pemuda padahal ia mampu untuk menikah maka merupakan hal yang dicerca. Jika seorang pemuda sudah mampu menikah, maka harus disegerakan karena kebaikan itu harus dilakukan dengan segera. Seperti di dalam Al Quran dikatakan bahwa kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan.





  • Wah Mandi Bersama Pasangan Meningkatkan Romantisme Keluarga

    Kategori │Cinta

    Wirawan - Wah, apa yang terpikir di kepala anda jika mandi bersama dengan lawan jenis? Pria dengan wanita atau sebaliknya. Pasti akan meningkatkan adrenalin anda sehingga jantung anda bisa berdegub lebih kencang. face01

    Mandi dengan pasangan ternyata bisa meningkatkan keintiman, keharmonisan dan keromantisan dalam rumah tangga. Dan tentunya membuat suasana mandi menjadi lebih menyenangkan dan tambah 'hot'.

    Namun, siapa sangka langkah sederhana ini bisa anda sesekali anda lakukan dengan pasangan anda. Pasangan disini maksudnya dengan suami dan istri ya. Bukan yang lain.

    Tanpa disadari langkah yang terbilang 'nekat' ini ternyata bisa membuat anda semakin dekat dengan pasangan. Disaat mandi bersama anda bisa saling memahami satu sama lain.

    Mandi bersama pasangan ini bisa dilakukan saat anda dalam keadaan jubub secara bersama-sama. Hal ini bukanlah perkara yang tidak ada syariatnya namun pernah dilakukan oleh Rasulullah bersama dengan istrinya.

    Selain mengikuti sunnah, mandi bersama pasangan juga memiliki faidah sebagaimana salah satunya kami kutip berikut ini.

    Antara suami istri boleh memandang satu dan lainnya, tidak ada batasan aurat antara keduanya. Hal ini berbeda dengan pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa aurat antara suami istri adalah kemaluan, sehingga tidak boleh suami atau istri memandang kemaluan pasangannya. Ini adalah pendapat lemah dan terbantah dengan hadits yang sedang kita kaji (rumaysho).

    Baca juga: Cinta yang Layu

    Saat mandi bersama pasangan, anda bisa juga mendapat keuntungan lain yakni bisa saling menyabuni satu sama lain. Terutama pada bagian tubuh yang anda atau pasangan anda sulit jangkau misalnya bagian belakang. Sehingga saat mandi anda lebih bersih daripada biasanya.

    Nah ini saja yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini. Semoga artikelnya bermanfaat bagi pembaca sekalian. Salam face184