Berpikir Secara Jernih

Kategori │pengembangan diri

Dalam menyelesaikan suatu masalah dibutuhkan pikiran jernih untuk menuntaskannya. Oleh karena itu kejernihan dalam berpikir sangat diutamakan.

Sebab semua itu, syariah Islam secara tegas sangat menjaga akal manusia dari kerusakan. Salah satu hal ini dapat kita pahami bahwa dalam Islam, seseorang tidak boleh diambil keputusannya jika ia belum baligh. Ia tidak bisa dijadikan seorang pemimpin jika memang belum sampai sempurna akalnya untuk berpikir.

Selain itu, Islam juga melarang bagi pemeluknya untuk mengkonsumsi hal-hal yang bisa mencegah dirinya berpikir jernih. Seperti, larangan bagi ummatnya untuk mengkongsumsi minum-minuman keras, narkoba dan hal-hal yang mempunyai efek memabukkan.

Semua itu tiada lain agar manusia bisa berpikir dengan jernih. Akal manusia merupakan anugerah Allah yang sangat besar bagi ummat manusia. ia pun menjadi pembeda antara manusia dengan hewan.

Untuk berpikir dengan jernih tidak hanya dengan menjaga asupan makanan atau minuman yang bisa menghalangi fungsi akan untuk berpikir dengan baik, namun juga suasana hati pun harus ditata sedemikian rupa agar keputusan yang diambil juga merupakan keputusan yang adil dan mantap.

Hal ini dikarenakan suasana hati yang tidak kondusif, semisal terlalu emosional akan membuat keputusannya terhadap suatu perkara bisa menjadi tidak adil. Disaat hatinya sedih, akan membuat ia malas untuk menggunakan akalnya untuk berpikir lebih jauh. Dan disaat marah misalnya, akan membuat ia berpikir pendek terhadap suatu hal. Singkatnya, hati tenang berpikirpun menjadi jernih.

selain faktor di atas, untuk berpikir dengan jernih seseorang harus tahu dengan mendalam tentang fakta yang ia inderai. ia tidak boleh hanya melihat sebatas kasus atau obyek berpikir hanya sebatas pada bagian permukaan saja. Pemikirannya harus mendalam dan cemerlang.

Semisal, disaat ia ingin menikah. Ia dikatakan berpikir dangkal jika hanya melihat perempuan atau laki-laki hanya sebatas pada tampilan fisik saja. Cantik atau gantengnya.

Ia bisa dikatakan berpikir secara mendalam setelah meneliti lebih jauh tentang hal itu semua. Semisal ia tambah dengan mengetahui lebih jauh sifat-sifat orang tersebut, apakah termasuk memiliki pribadi yang baik atau dalam keseharian pribadi dan karakternya termasuk buruk.

Demikianlah uraian singkat mengenai berpikir jernih ini. Semoga memberi manfaat bagi pembacanya.


  • Artikel (pengembangan diri)dari kategori yang sama
     Beberapa Usaha Sampingan Mahasiswa (2017-10-11 17:59)


    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Berpikir Secara Jernih
      Komentar(0)