CINTA YANG LAYU

Kategori │Cinta

Wirawan - Pernah ada sahabat setia yang curhat, begini isi curhatannya :
ilustrasi cinta layu


“Assalamu’alaikum kang.
Kang, saya mau curhat, tapi malu, bingung juga harus memulainya dari mana, tapi saya gak tenang kalau semua ini harus terus saya pendam. Saya gak tau harus cerita ke siapa, bahkan setiap saya ke luar rumah, tatapan-tatapan sinis selalu mendarat, gosip-gosip miring tentang saya nusuk banget rasanya. Memang ini sepenuhnya salah saya, dan sekarang saya bingung dengan status saya yang sebenarnya. Di bilang janda, saya belum pernah menikah. Di bilang gadis, tapi kang.. maaf, kegadisan saya telah hilang, tepatnya di renggut mantan pacar saya. Tapi semua ini membaut saya sadar kang, kalau berhubungan dengan lawan jenis itu tidak baik, bahkan merugikan kaum perempuan. Saya dibuang gitu aja sama mantan pacar saya setelah dia sukses merenggut kesucian saya. Saya udah berulang kali minta pertanggung jawaban, tapi dia ngilang, gak tau kemana sampe sekarang. Sampai sekarang belum ada lelaki yang mendekati saya, kang. Pernah dulu ada lelaki yang mendekati bahkan niat untuk menikahi, namun setelah ia tau masa lalu saya, ia mundur gitu aja kang. Lantas, apa saya gak berhak untuk di cintai kang? Apa gak ada orang yang mau nerima saya apa adanya kang? apa saya harus akhiri hidup saya aja kang?. Mohon solusinya kang :’( “

Sahabat, terlebih sahabat muslimah. Apa yang di rasakan sahabat saat membaca curhatan salah satu dari sekian banyak juta wanita yang bernasib sama? Saat nasib membawa diri dalam kenaasan, saat masa penantian harus berakhir kandas di tengah jalan, Saat kebanggaan hilang sebelum masanya datang.

Sedihkah?
Marahkah?
Kesalkah?

Baca juga: Berpikir Secara Jernih

Yang jelas apa yang sudah terjadi tak bisa kembali. Namun, berdiam diri bukanlah solusi, bunuh diri juga bukan satu-satunya jalan terbaik. Selagi umur masih ada, kesempatan bertaubat masih terbuka, apa salahnya untuk mendekatkan diri pada-Nya?

Untukmu yang sedang dilanda nestapa, yang saat ini tengah dalam putus asa, atau bahkan kehilangan jati diri hingga perjalanan hidup serasa mati rasa, jika dosa kita sebesar gunung yang paling tinggi, maka ampunan Allah lebih luas dari lautan samudera. Jika kesalahan kita sebanya bumi dan isinya, maka kasing sayang-Nya jauh lebih besar dari semesta raya.

Karena setiap manusia tak luput dari dosa, dan sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bertaubat memohon ampunan saat berdosa.

Setuju?

Setia Furqon Kholid

Tag :cinta

  • Gambar Artikel (Cinta)dari kategori yang sama
    Syair Qais dan Laila
    Ambil atau lepaskan - Kisah Melamar Wanita
    Artikel (Cinta)dari kategori yang sama
     Syair Qais dan Laila (2017-09-01 18:17)
     Ambil atau lepaskan - Kisah Melamar Wanita (2017-05-06 18:01)
     Menikah Sunnah Rasulullah Muhammad SAW (2017-01-28 19:01)


    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    CINTA YANG LAYU
      Komentar(0)