Yang Sering Terlupa dalam Pengaturan Keuangan Keluarga

keluarga

Manajemen atau pengaturan merupakan unsur terpenting dalam sebuah organisasi. Pun begitu dengan keluarga. Kita umpamakan keluarga sebagai organisasi kecil.

Salah satu hal yang tidak boleh luput dan dilupakan sebuah organisasi rumah tangga adalah mengatur keuangan keluarga, sebagaimana pernah ditulis dalam situs bicara wanita. Keuangan keluarga mesti diatur sedemikian rupa agar seluruh cita-cita keuangan keluarga dapat tergapai, dengan gaji memadai atau bahkan penghasilan yang pas-pasan.

Meski kelihatannya urusan manajemen keuangan keluarga harus melibatkan hitung-hitungan matemamatis yang rumit, namun jangan ini menjadikan kita khawatir.
pengaturan keuangan keluarga


Kita sering terjebak dengan penghasilan kita hari ini. Anggaplah misalnya, penghasilan kita 3 juta sebulan. Setelah dikurangi dengan kebutuhan dasar rumah tangga, seperti makan minum (kebutuhan dapur) dan pengeluaran penting lain maka tersisalah uang penghasilan sekitar 1 juta per bulan.

Kemudian kita berpikir, apakah sisa uang 1 juta ini cukup untuk membeli rumah sederhana seharga 250 juta, misalnya. Berarti kita harus menabung setidak-tidaknya selama 250 bulan (20-21 tahun) dalam hitungan matematika untuk mendapatkan rumah yang sekian harganya.

Inilah kesalahan dan kekhawatiran yang terbesar manusia. Padahal, dalam urusan rezeki tidaklah demikian. Inilah yang saya maksud di dalam artikel ini, Rezeki sesuatu yang sering terlupa dalam pengaturan keuangan keluarga.

Keyakinan atas rezeki kita hitung dalam hitungan matematika. Padahal tidak semua penghasilan yang kita dapatkan menjadi rezeki bagi kita.

Contoh di atas, jika dihitung dalam hitungan matematika maka sangat mungkin ia baru bisa memiliki rumah setelah menabung selama 20-21 tahun. Gila kan...

Kenyataannya tidak demikian, malahan banyak yang bisa memiliki rumah bisa lebih cepat daripada itu. Karena hitungan di atas adalah hitungan manusia.

Padahal rezeki Allah itu luas. Tidak semua uang yang 2 juta itu terpakai semua dalam sebulan. Biasanya akan lebih banyak sisa. Bahkan, jika kita memiliki relasi atau teman yang banyak itu juga menjadi jalan bagi kita untuk mendapat rezeki. Semisal, ada teman baik kita ingin menjual rumahnya senilai 250 juta tadi. Tapi karena ia teman baik kita dan ia merasa sangat suka bergaul dengan kita, bisa saja ia hanya menjual rumah itu dengan harga setengahnya, yakni 125 juta saja. Jadi, terpotong masa menunggu kita untuk mendapatkan rumah hanya selama 10 tahun saja.

Pun, disaat kita semisalnya rezeki yang tak terduga. Dapat hadiah misalnya. Kan bukan perkara tidak mungkin? Inilah rezeki itu. Sekian. [wirawijaya]